Membuat LiveUSB Multiboot di BlankOn

Salah satu kelebihan Linux yang saya sukai adalah portabilitasnya. Kita bahkan tak perlu menginstallnya ke komputer kita kalau hanya ingin mencobanya. Bahkan saya telah memformat flashdisk saya entah sudah berapa ratus kali untuk mencoba berbagai macam distro melalui liveUSB. Dari sisi portabilitasnya, di hardisk 80Gb yang saya miliki telah terinstall BlankOn 6.1 Ombilin dengan suatu unit komputer ketika saya pindah ke komputer lain, sistem BlankOn masih dapat mendeteksi soundcard, LAN card, dan lain-lain. Berbeda dengan windus, yang ketika hardisk di pindah ke komputer lain maka akan “berteriak” minta driver ini-itu dan lain-lain. Continue reading

Membuat Partisi FlashDisk

Beberapa teman mencoba membuat partisi dengan diskmanager di jendela. Tapi kebanyakan hasilnya amburadul, kata teman saya lho…. Karena saya sendiri belum pernah mencobanya meski pernah saya memeriksa disk manager jendela yang ternyata memiliki fitur ini. Mungkin ini kelemahan saya, karena sudah terbiasa dengan mesin blankon saya jadi ketinggalan zaman.

Mungkin tulisan ini akan lebih cenderung tentang bagaimana cara menggunakan gparted di blankON. Yaitu membuat partisi untuk sebuah flashdisk. Misalnya yang saya miliki hanyalah sebuah flashdisk 4GB, ingin saya membuat agar Flashdisk saya ‘dipecah’ menjadi dua partisi. Partisi pertama untuk menyimpan data, sedangkan partisi kedua untuk diinstallin LiveUSB BlankOn. Kenapa partisi pertama yang untuk menyimpan data sedangkan partisi yang kedua yang diinstallin LiveUSB, bukan sebaliknya? Di akhir catatan ini nanti Insya Alloh akan saya jelaskan. Continue reading

Cloning PC dengan clonezilla

Saya sendiri belum pernah meng-GHOSt PC dengan Northon Ghost dan yang sejenisnya yang dapat berjalan di platform Microsoft Windows. Awalnya karena rasa penasaran dengan segala sesuatu tentang Clonezilla, saya mencoba mendownloadnya versi live USB. Instalasi clonezilla ke usb ternyata sangat mudah. Pastikan USB telah diformat dengan file sistem FAT32.

Continue reading