Membuat LiveUSB Multiboot di BlankOn

Salah satu kelebihan Linux yang saya sukai adalah portabilitasnya. Kita bahkan tak perlu menginstallnya ke komputer kita kalau hanya ingin mencobanya. Bahkan saya telah memformat flashdisk saya entah sudah berapa ratus kali untuk mencoba berbagai macam distro melalui liveUSB. Dari sisi portabilitasnya, di hardisk 80Gb yang saya miliki telah terinstall BlankOn 6.1 Ombilin dengan suatu unit komputer ketika saya pindah ke komputer lain, sistem BlankOn masih dapat mendeteksi soundcard, LAN card, dan lain-lain. Berbeda dengan windus, yang ketika hardisk di pindah ke komputer lain maka akan “berteriak” minta driver ini-itu dan lain-lain.

Salah satu alat yang saya gunakan untuk membuat LiveUSB adalah Multisystem. Aplikasi ini berjalan di atas sistem Linux, terutama yang saya gunakan adalah BlankOn. Lagi-lagi yang akan saya tulis di sini hanyalah sebuah curhatan alias cerita berdasarkan dari pengalaman saya sendiri, yang terkadang apa yang saya sampaikan jauh dari judul yang saya berikan. Ya, meskipun ini adalah pengalaman saya sendiri saya akan tetap mencantumkan link yang menjadi referensi saya.

Saya mulai saja ceritanya. Ketika saya menggunakan windows, saya menemukan sebuah tool untuk membuat Multiboot LiveUSB (sebuah UFD yang diinstall beberapa distro linux yang dapat dijalankan secara Live tanpa perlu menginstallnya ke komputer) yaitu Universal Live USB Installer dan YUMI Multiboot yang saya temukan ketika membaca wiki dan Dokumentasi Ubuntu. Lalu saya sempat berpikir, masa di Linux enggak bisa? setelah berberapa lama berkeliling “dunia”, bertanya-tanya ke mbah google saya menemukan site http://liveusb.info/dotclear serta berbagai dokumentasi karya linuxer yang lain (lupa enggak disimpen linknya).

Yang pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan instalasi aplikasinya. Caranya sedikit banyak sudah pernah saya tuliskan di postingan Cloning PC dengan Clonezilla. Saya rasa sudah cukup jelas yang saya tuliskan di sana. Setelah proses instalasi berhasil,  kita bisa menjalankan aplikasi ini melalui menu Aplikasi > Aksesoris > Multisystem.

Multisistem LiveUSB

Akan nampak splash Multisystemsejenak, tunggu hingga muncul jendela seperti di bawah ini :

USB Flash Drive terdeteksi

Perhatikan, jika kita belum menancapkan Flashdisk ke CPU komputer maka akan ada peringatan, klik confirm. Peringatan itu adalah syarat untuk menjalankan aplikasi ini, kita harus menancapkan FlashDisk yang diformat FAT32 dan dimout di direktory /media. Masukkan terlebih dahulu Flashdisk yang akan diinstalli distro Linux, kemudian jalankan kembali MultiSystem. Menginstall di sini tidak akan sama ketika menginstall ke sistem ke komputer, kita hanya menginstall versi Live dari suatu distro ke sebuah FlashDisk. Kemiripan dengan LiveCD adalah bahwa ini adalah sistem Live, apapun yang kita lakukan terhadap sistem dalam kondisi Live tidak akan tersimpan. Saat kita memulainya lagi di lain waktu maka akan seperti sedia kala. //Mudah-mudahan tidak terlalu njlimet//

Saat melakukan hal ini sangat disarankan untuk membackup seluruh data-data yang ada di Flashdisk, atau lebih aman jika kita menggunakan FlashDisk yang baru diformat. Sebenarnya penjelasan seperti di bawah ini sudah ada di dalam websitenya, tetapi karena saya sendiri tidak mengerti bahasa yang digunakan di sana saya mencoba membuat versi saya sendiri. Semoga modah dipahami.

Presentasi dalam versi saya sendiri (klik untuk melihat gambar lebih besar)

Drag & drop file iso yang akan diinstallkan ke USB ke lokasi yang ditunjukkan pada gambar di atas. Atau seperti yang saya lakukan kali ini adalah menekan tombol orange di sebelahnya untuk memasukkan file iso kemudian klik OK.

Masukkan file ISO

Pada proses selanjutnya, kita akan diminta memasukkan password user/root. Yep, ketikkan password lalu tekan enter. Kali ini file ISO yang saya gunakan adalah distro Fusion Linux yang merupakan Distro Fedora yang telah diremix menjadi distro yang siap pakai, sangat cocok untuk pemula.

Proses Add_Iso

Proses ini akan memakan waktu beberapa menit lamanya, tergantung pada kecepatan processor komputer yang kita miliki. Pada proses yang saya lakukan, setelah selesai muncul dialog seperti gambar berikut :

Fusion = Fedora

Hidup memang penuh dengan pilihan, kali ini saya dihadapkan pada sebuah pilihan apakah akan menggunakan tool yang “disodorkan” atau tidak. Pengalaman pertama saya membuat liveUSB adalah seolah-olah kehilangan 3Gb space flashdisk dai 4Gb yang saya miliki yaitu saat menggunakan mode persistent. Karena si windus hanya dapat membaca 1Gb dari flashdisk saya. Belakangan saya pahami bahwa mode persistent ini fungsinya adalah untuk menyimpan konfigurasi yang kita lakukan pada saat kita menggunakan LiveUSB. FYI.. tidak semua distro yang kita installkan ke USB akan muncul pesan seperti itu. Pilihan yang saya ambil adalah meng-klik tombol confirm tanpa mengaktifkan {baca : mencentang} kedua checkbox yang ditampilkan karena space Flashdisk yang saya miliki sudah tidak mencukupi lagi…

Ta-da……… berikut adalah penampakan ketika proses pemasangan ISO Fusion Linux ke USB selesai. Jika muncul sebuah pertanyaan, mengapa ada puppylinux di tengah-tengah? itu karena sebelum saya install FusionLinux terlebih dahulu saya install puppylinuxnya…

Distro Linux Terinstall

Sebenarnya jika Flashdisk yang saya miliki ukurannya lebih besar, akan lebih banyak distro linux yang saya install. Nampak pada gambar tersebut “Free : 359Mio” (359Mb – red) sudah tak mencukupi lagi untuk diinstall distro-distro berukuran besar. Sekarang saatnya mengujicoba LiveUSB yang telah kita buat. Kita bisa mencobanya langsung melalui Multisystem melalui QEMU maupun VirtualBox. Dan rasanya kurang “meyakinkan” jika belum diujicoba dengan mesin yang ‘nyata’. Berikut ini penampakan ketika saya ujicoba menggunakan QEMU :

Penampakan menggunakan QEMU

Semua yang saya tuliskan di sini adalah hasil dari percobaan yang saya lakukan. Terus terang saya belum pernah menginstall Multisystem di pada distro RPM based, jadi saya belum tahu apakah bisa diinstall di distro RPM based atau tidak. Anda bisa menebaknya dari melihat script installer multisystem.

Hampir semua OS/Distro linux dapat diinstall dengan menggunakan multisystem ini. Silahkan merujuk ke sini untuk melihat daftar OS/Distro yang disupport. Jika OS/Distro yang akan Anda installkan ke Flashdisk tidak ada dalam daftar, jangan kuatir karena multisystem tetap dapat menginstallnya. Tak percaya? coba saja.

USE AT YOUR OWN RISK : saya tidak bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi ketika Anda mengikuti tulisan yang saya buat. Pastikan Anda tahu apa yang Anda lakukan.

Alhamdulillah, akhirnya penulisan postingan kali ini rampung juga setelah sekian minggu sempat mengendap di draft. Ini adalah tulisan yang penuh “cobaan”…. heu heu heu…. saya sempat sakit dan akhirnya memutuskan untuk meliburkan diri yang artinya di rumah tak ada komputer, apalagi koneksi internet. Dan ketika saya kembali masuk kerja, koneksi iNet dalam kondisi yang sangat parah. Serta beberapa paragraf sempat saya harus menuliskan ulang karena koneksi yang sangat lambat sehingga sebagian data tidak tersimpan. Selama tulisan ini mengendap, ternyata saya keduluan oleh pak Sokhibi dalam menulis artikel dalam tema yang sama. Beliau juga menulisnya di kompasiana. Akhirnya, Semoga bermanfaat.

Referensi :

16 thoughts on “Membuat LiveUSB Multiboot di BlankOn

  1. Walah, Mas…Mas. Kalah jauh, saya. Padahal mas bilang ini cuma “curhat”. Huah, ilmiah sekali. Saya suka itu.

    Saya sangat suka dengan cara Anda menjelaskan gambar Penjelasan Multisistem. Mantap!

    Sejujurnya saya benar-benar lupa dengan Anda, Mas. Apa saya pernah ngobrol dengan Anda di IRC, atau forum, atau di tempat lain, saya betul lupa. Nama Samsul Muktisari sungguh asing buat saya. namun setelah melihat blog ini, saya tahu Anda ini pengembang Blankon. Saya senang sekali. Dengan senang hati saya bersilaturahmi kemari🙂

    Saudaraku, tetaplah berbagi ilmu yang bermanfaat. Semoga Allah meridai Anda.

    Ade Malsasa Akbar
    http://malsasa.tk

  2. kemaren prosesnya sudh tak ulangi lagi, hsilnya sudah bisa muncul menunya, saat diakses beberapa distro terutama yg turunan ubuntu tdk bisa diakses, saya masukkan patimura multimedia 64, patimura pendidikan, centos dan edubuntu, yg bisa lansung digunakan centosnya, yg lainnya live usbnya g bisa dipakai, krn frustasi, saya coba gunakan unetbootin utk bikin 1 live usb aja, eh tyt multysistemnya malah bisa jalan semua, bisa krn kebetulan…(g tau aku)….cuman msalahnya sekarang jalan sebagai live usb bisa semua, tapi pas mau diinsatlkan ke hd, proses akhir malah g bisa, kalo berdasarkan pengalaman smpyn setelah multysistem sukses dipakai, utk instalasi ke hd-nya bisa ya?? ohia satu lagi, usb yg sudah ada multysystemnya di edit bisa gak lagi dengan multysistem misalnya yg sudh msuk di multysistem centos saya ganti dengan ubuntu live mislnya..tengkiu cak…

    • Terus terang saya malah bingung dengan penjelasan sampean. Menu apa yang muncul/tidak muncul? yang dimaksud tidak bisa diakses itu bagaimana?. Berdasarkan pengalaman saya, setelah flashdisk berhasil diinstali distro dengan multisystem (tidak menunjukkan pesan error pada saat instalasi), Flashdisk langsung dapat digunakan.
      Hal yang saya tangkap dari yang sampean sampaikan adalah : sampean pake multisystem (entah ada pesan error atau tidak saat instalasi) tapi Flashdisk masih belum bootable, setelah pake unetbootin baru bootable.
      Untuk menghapus atau menambah distro yang telah terinstall di Flashdisk dengan multisystem, ada pilihannya untuk itu kok pak. Coba perhatikan lagi gambar di atas : http://w.blankon.in/rB itu yang saya tulis dengan “Untuk menghapus OS”
      Kalau Sampean berkehandak mengedit menu secara manual pun sah-sah saja… he he he….

      Tetap semangat and be happy😀

  3. saya menggunakan backtrack 5 r2, dan sudah sy install multisystem, tp pas mau jalankan ada perintah “stop: not root!!” artinya memang program ini tdk bisa jalan di root yah?? minta dong solusinya gmana jalankan multisystem diroot…

    • Terima kasih sebelumnya,
      saya juga sempat menginstall multisystem di BackTrack 5, dan hasilnya sama dengan sampean alami.
      multisystem memang didesain untuk tidak dapat dijalankan oleh superuser (root), namun bukan berarti tidak ada cara lain.
      Saya yakin pasti ada cara untuk membuat multisystem dapat dijalankan diroot, tapi saya sendiri belum bisa melakukan itu.
      Hal yang saya lakukan adalah membuat user baru dengan hak akses user biasa plus sudoer, sebagai berikut :

      # adduser namauser

      agar ‘namauser’ dapat menjalankan ‘sudo’, masukkan user tersebut ke grup admin

      # addgroup namauser admin

      setelah selesai, logout dari root dan masuk dengan user baru tersebut.
      Selamat mencoba. Semoga sukses selalu😀

Orang pintar pasti punya komentar___

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s