Gagal membuat dual booting

Belum lama ini saya menginstallkan blankon sajadah 6.1 ombilin ke laptop temen. Kondisi awal laptop terinstall W7 dengan 4 partisi : (1) Sistem reserved 100 MB, (2) Sistem W7, (3) Multimedia, (4) DATA semua berjalan normal saja. Lalu saya hendak membuat dual booting.
Hal yang pertama saya lakukan adalah menjalankan LiveUSB BlankOn Sajadah yang memang telah terinstall di kartu memori saya. Saya cek lspci ternyata WiFinya menggunakan Atheros, saya pernah dengar kalau Atheros tidak auto detek. Saya cek di applet networkmanager tak ada sinyal WiFi yang tertangkap. Memang ada 2 kemungkinan dalam hal ini. Pertama, di daerah pelosok seperti ini memang tidak ada sinyal Wifi, kedua Atheros memang tidak autodetek, dan satu kemungkinan lagi yaitu kedua-duanya adalah benar.
Kembali ke masalah dualbooting. Dengan keempat partisi yang sedemikian rupa, saya mencoba mengubah partisinya dengan cara saya sendiri dengan menggunakan gparted. Partisi multimedia dan data saya hapus, kemudian dibuat partisi baru di bawah partisi perluasan (extended). Sebelumnya data yang berada di kedua partisi tersebut dibackup ke partisi W7 karena kebetulan masih muat.
Setelah partisi perluasan berhasil dibuat dan semua data berhasil dikembalikan partisi sistem reserver saya hapus dengan gparted, perkecil partisi sistem W7, dan membuat 2 partisi baru ext4 untuk diinstall sistem BlankOn dan 2Gb untuk swap. Setelah direstart ternyata sistem W7 seolah-olah hilang. Setelah saya ingat-ingat baru saya mengerti bahwa partisi sistem reserved yang hanya 100Mb adalah boot loader milik W7 sehingga membuat sistem W7 seolah-olah “hilang”.
Ya sudahlah, lalu saya lanjutkan untuk instalasi BlankOn Sajadah 6.1 Ombilin. Beberapa kali sempat gagal install karena cardreader kurang baik membaca memori saya. Maklum saja cardreadernya tidak pernah bersekolah. Tapi pada akhirnya berhasil juga saya menginstall BlankOn di laptop teman. Yep, tapi hanya berhasil membuat single booting.

+++++++++++++++++++++++++++++++++

Mengapa aku ragu melanjutkan cerita ini ya? Apa mungkin aku hanya bingung menyusun kata-katanya? Biasanya aku tak pernah membuat reng-rengan alias kisi-kisi tentang apa yang akan aku tulis. Karena saat hal itu saya lakukan malah enggak jadi menulis.

Okay, kembali ke Laptop. Cerita yang sebelumnya saya kerjakan di rumah yang tidak ada koneksi internet sama sekali. Jadi tidak dapat melakukan update dan lain-lain, karena repositori offline juga belum saya miliki. Lebih tepatnya saya sudah punya, tapi peralatan yang kurang mendukung. Karena masih dalam bentuk DVD.

Jadi beberapa hari kemudian saat saya kembali bekerja, saya membawa laptop tersebut ke tempat saya bekerja, karena kebetulan ada koneksi internet jadi agar memudahkan untuk setting dan lain-lain. Sejauh ini komputer telah single booting dengan BlankOn 6.1 Ombilin. Jadi saya mencoba ‘memaksimalkan’ aplikasi yang belum terpasang dengan menginstallnya secara langsung melalui terminal maupun synaptic.

Karena laptop ini milik teman saya, dan saya hanya berusaha membantu menginstallkan Linux BlankOn di laptopnya agar bisa dual booting dengan windus. Maka saya mencoba menginstall ulang windusnya, ya, windus sepen. Saya pinjam DVD windus milik teknisi saya beserta portablenya. Saat saya coba install malah gagal, tidak mau booting dari CD/DVDnya… entah problem di portablenya atau di DVDnya. Akhirnya saya mencoba menginstall dengan menggunakan USB Flash Drive (UFD) kebetulan saya punya yang 4GB. Saat saya coba install ISO windus 7 ke UFD ada peringatan kalau memori tidak mencukupi. Saya abaikan saja… sempat cemas dengan hal ini, tapi apa boleh buat. Lagipula UFD yang 8Gb saya hilang…

Untungnya proses installasi windus sepen dengan menggunakan UFD berjalan lancar, dan saya tidak menemukan error. Sebelumnya saya sempat mencoba untuk merepair windus yang sudah terinstall dengan panduan mbah google, tapi sialnya partisi multimedia terformat tanpa sengaja. Dan data-datanya (musik-musik, dan film-film favorit serta file-file masternya hilang) tidak dapat direcovery. Hal ini sempat membuat saya stress semalaman… saya enggak tau harus bilang apa ke temen saya. Ketika saya kembali dengan LiveUSB BlankOn 7.0 Sajadah dengan menggunakan gparted nampaklah partisi multimedcia menjadi ‘belum dialokasikan’ alias ‘unalocated’. Jadi ya terpaksa saya format lagi tuh partisi.

Di windus, saya menginstallkan aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan di Linux antara lain GIMP, Inkscape, dan LibreOffice. Saya sih berharap temen saya ini terbiasa dengan software open source. Saya sempat mau menginstallkan MSO 2007, tapi ternyata master saya error.

Karena terlalu ‘pegel’ dengan Wifi Atheros, akhirnya saya putuskan fresh install dengan BlankOn Sajadah 7.0 Pattimura. Proses instalasi berjalan aman sentausa dengan LiveUSB, dan karena laptop telah terinstall windus 7, grub secara otomatis mendeteksinya. Selesai install, reboot, dan ta-da…… Wifi Atheros terdeteksi dengan kurang begitu baik. Tapi lebih baik ketika dibandingkan dengan sebelumnya, bagaimana tidak BlankOn Pattimura telah menggunakan kernel 3.0.1-2. Baiknya, di aplet NetworkManager, perangkat WiFi telah terdeteksi sebagai Atheros AR9285. Kurang baiknya, di bawah tulisan itu masih ada tulisan lagi berupa ‘wireless disabled by hardware switch’ hal ini menandakan masih perlu dioprek agar dapat berjalan dengan baik. Tetapi sayangnya laptop keburu diambil sama ’empunya’ karena beliau mau berangkat ke Bandung saat itu juga.

Ini hanyalah sebuah cerita pengalaman saya membuat/menginstall dual booting ke sebuah laptop yang awalnya gagal karena kesalahan-pemahaman terhadap sistem. Dan ternyata kendalanya bukan hanya itu, pegel juga ngoprek wireless Atheros. Karena saya lihat di websitenya atheros mereka memang tidak mensupport Linux secara resmi. Kalaupun perangkat-perangkat Atheros dapat berjalan di Linux, itu menggunakan driver generic yang merupakan karya hacker-hacker Linux.

Oh iya, hampir saya lupa menyantumkan spek laptop/notebook teman. Jadi speknya seperti ini : Lenovo Ideapad S-10 Black, Processor Intel Atom, 1GB Memory, HDD 320. Wah, spek lengkapnya saya lupa. Hanya itu yang saya ingat. Untuk hasil dari lspci, dmesg, lsusb, ifconfig, iwconfig, dan lspci dapat dilihat di SINI

Lengkapnya speknya seperti ini : Lenovo S10-3 Black Intel Atom N550 1.5Ghz, 1GB DDR3 (1 Slot SODIMM), 320GB, Wifi, Card Reader, No Optical Drive, Camera, Intel GMA 3150, 10.1″ WSVGA, DOS, Batt 6 cell
sumber : http://enterkomputer.com/notebook.php

4 thoughts on “Gagal membuat dual booting

Orang pintar pasti punya komentar___

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s