Google Reader Menolongku

Sungguh sangat tidak nyaman terutama buat saya sendiri dalam kondisi seperti ini. Kondisi di mana sebagian besar situs web kesayangan saya nyangkut di proxy server jaringan. Yang saya maksud nyangkut adalah sebagian besar (karena tidak semua) website yang pernah saya kunjungi telah tercache di squid proxy pada jaringan saya. Hal itu mengakibatkan web-web tersebut yang pernah saya kunjungi sebelumnya menjadi tidak up-to-date. Continue reading

Domain samsul.web.id

Puji Syukur kehadirat Alloh SWT yang telah mengabulkan pengajuan domain samsul.web.id saya. Akhirnya terwujud juga keinginan saya memiliki domain sendiri. Setelah beberapa hari yang lalu sempat tidak bisa tidur karenanya. Meskipun ada yang bilang domain saya murahan, tidak bermutu, dan lain-lain, tapi bagi saya ini sudahlah lebih dari cukup. Yang terpenting bagi saya adalah tersedianya media untuk belajar buat saya.

Saya ucapkan banyak terima kasih kepada pak Andi Micro dan Ahmad Fauzi yang telah bersedia membantu dan menyemangati saya hingga terwujudnya ‘impian’ saya ini. Meski sempat terkendala http://www.blogger.com nyangkut di proksi jaringan warnet saya dan saya terpaksa harus lari ke warnet tetangga saya untuk melakukan kostumisasi dan juga sekalian checkout ke toko.baliwae.com yang kebetulan sama sama nyangkut di proksi (proxy). Yang saya maksud nyangkut adalah ketika saya membuka alamat http://www.blogger.com kondisinya selalu sudah login dengan akun orang lain. Sedangkan pada kasus baliwae, saat hendak checkout kuantiti barang tidak mau berubah meskipun sudah direfresh ratusan kali, dan kemungkinan masih banyak web lain yang nyangkut di proksi yang sebenarnya tidak nyaman untuk browsingan.

Mohon dukungan teman-teman, semoga saya dapat mengisinya dengan konten yang bermanfaat. Saya juga tidak hendak memigrasikan posting yang ada di blog ini ke domain yang baru. Meskipun nantinya postingannya tidak akan intensif.

Membuat LiveUSB Multiboot di BlankOn

Salah satu kelebihan Linux yang saya sukai adalah portabilitasnya. Kita bahkan tak perlu menginstallnya ke komputer kita kalau hanya ingin mencobanya. Bahkan saya telah memformat flashdisk saya entah sudah berapa ratus kali untuk mencoba berbagai macam distro melalui liveUSB. Dari sisi portabilitasnya, di hardisk 80Gb yang saya miliki telah terinstall BlankOn 6.1 Ombilin dengan suatu unit komputer ketika saya pindah ke komputer lain, sistem BlankOn masih dapat mendeteksi soundcard, LAN card, dan lain-lain. Berbeda dengan windus, yang ketika hardisk di pindah ke komputer lain maka akan “berteriak” minta driver ini-itu dan lain-lain. Continue reading

[Curhat] Membuat Repository Lokal BlankOn

Beberapa bulan yang lalu saya sempat membeli 8 DVD repository BlankOn Ombilin dari http://toko.baliwae.com tepatnya pada bulan Juli lalu. Itu memang toko maniak Linux, dan saya membelinya secara online. Merupakan pengalaman pertama saya membeli barang secara online. Sebenarnya saya juga membeli DVD Wikipedia Indonesia (1 DVD, 8GB Dual Layer) pada saat yang bersamaan.

Setelah repository berada di tangan, ternata saya tidak dapat langsung memakainya karena CD/DVD ROM saya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Tak lama setelah itu saya mendapatkan CD/DVD ROM yang baru dari bos. Saya berniat meng-copy-nya ke HDD, tetapi terkendala space HDD yang tak lagi mencukupi. Continue reading

Gagal membuat dual booting

Belum lama ini saya menginstallkan blankon sajadah 6.1 ombilin ke laptop temen. Kondisi awal laptop terinstall W7 dengan 4 partisi : (1) Sistem reserved 100 MB, (2) Sistem W7, (3) Multimedia, (4) DATA semua berjalan normal saja. Lalu saya hendak membuat dual booting.
Hal yang pertama saya lakukan adalah menjalankan LiveUSB BlankOn Sajadah yang memang telah terinstall di kartu memori saya. Saya cek lspci ternyata WiFinya menggunakan Atheros, saya pernah dengar kalau Atheros tidak auto detek. Saya cek di applet networkmanager tak ada sinyal WiFi yang tertangkap. Memang ada 2 kemungkinan dalam hal ini. Pertama, di daerah pelosok seperti ini memang tidak ada sinyal Wifi, kedua Atheros memang tidak autodetek, dan satu kemungkinan lagi yaitu kedua-duanya adalah benar.
Kembali ke masalah dualbooting. Dengan keempat partisi yang sedemikian rupa, saya mencoba mengubah partisinya dengan cara saya sendiri dengan menggunakan gparted. Partisi multimedia dan data saya hapus, kemudian dibuat partisi baru di bawah partisi perluasan (extended). Sebelumnya data yang berada di kedua partisi tersebut dibackup ke partisi W7 karena kebetulan masih muat. Continue reading